Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
21 February 2026 - 07:39 WITA

“Puisi di Atas Jembatan Merah Putih: Tangis Haru Siswa Menggema Usai Brimob Tuntaskan Pengecatan di Dimu Dede”

“Puisi di Atas Jembatan Merah Putih: Tangis Haru Siswa Menggema Usai Brimob Tuntaskan Pengecatan di Dimu Dede”
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Jembatan merah putih, siletsumba.com - Pada 20 Februari 2026, di Jembatan Merah Putih Dusun Dimu Dede, Desa Pada Eweta, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, suasana haru dan penuh makna menyelimuti bentangan jembatan darurat yang menjadi simbol pengabdian.

Setelah selesai proses pengecatan jembatan tersebut, yang dikerjakan penuh semangat oleh personel Brimob bersama masyarakat, momen menggetarkan pun terjadi. Seorang siswi SMA Devantry Saputri Mude melangkah ke tengah jembatan.

Dengan suara yang awalnya pelan namun penuh keyakinan, ia membacakan puisi — mewakili suara hati adik-adiknya dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang setiap hari melintasi jembatan itu untuk menuntut ilmu.

Puisi itu dipersembahkan untuk Danyon Brimob PELOPOR C Kompol Denis Y N Leihitu, S.H. beserta seluruh anggota Brimob PELOPOR C Kabupaten Sumba Barat Daya yang telah bekerja tanpa lelah.

Penghormatan khusus juga disampaikan kepada DANSAT BRIMOB POLDA NTT KOMBES.POL Afrizal Asri, S.I.K., yang terus memantau dan memotivasi anggotanya dalam setiap aksi kemanusiaan, serta kepada Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. yang senantiasa mendorong kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Bait demi bait puisi itu mengalir tentang perjuangan, tentang sepatu-sepatu kecil yang dulu melangkah penuh rasa takut, tentang tas sekolah yang harus dijaga dari derasnya arus, dan tentang harapan yang kini berdiri lebih kokoh di atas jembatan yang telah dicat dan dirawat bersama.

Air mata warga tak terbendung. Anak-anak sekolah kini tak lagi sekadar menyeberang sungai — mereka menyeberangi ketakutan menuju masa depan yang lebih terang.

Jembatan Merah Putih hari itu bukan hanya penghubung dua tepi, tetapi saksi bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju hati rakyat.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.