Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
21 February 2026 - 22:23 WITA

PROGRES JEMBATAN KEDUA DI DESA DIKIRA: SINERGI BRIMOB DAN MASYARAKAT TERUS BERLANJUT

PROGRES JEMBATAN KEDUA DI DESA DIKIRA: SINERGI BRIMOB DAN MASYARAKAT TERUS BERLANJUT
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Jembatan gantung, siletsumba.com - Desa Dikira, 21 Februari 2026 – Pembangunan jembatan kedua terus menunjukkan progres signifikan setelah jembatan darurat pertama rampung dikerjakan dan dicat di Dusun 3 Dimu Dede, Desa Pada Eweta, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Berdasarkan pantauan langsung jurnalis Silet Sumba di lapangan, pengerjaan dimulai sejak pukul 10.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA. Pekerjaan ini dipimpin langsung oleh Danyon Brimob Pelopor C Kabupaten Sumba Barat Daya, Kompol Denis Y. N. Laihitu, SH, bersama jajaran anggota, berkolaborasi dengan Kepala Desa Dikira Yulius Anggo Ate dan masyarakat setempat.

Pada tahap hari ini, tiang-tiang utama jembatan telah berhasil ditanam dan diperkuat dengan sistem gandeng pada pohon besar yang masih berdiri kokoh di pinggir sungai. Proses pemasangan tiang dikerjakan menggunakan tiga buah sensor untuk memastikan posisi dan kekuatan struktur tetap stabil.

Dukungan penuh juga datang dari Dansat Brimob Polda NTT KOMBES POL AFRIZAL ASRI, S.I.K, yang terus memonitor dan memberikan motivasi kepada personel di lapangan. Semangat pelayanan kemanusiaan ini turut mendapat atensi dan dukungan dari Kapolda NTT IRJEN POL Dr RUDI DARMOKO, S.I.K., M.Si, sebagai bentuk komitmen Polri dalam hadir membantu masyarakat di wilayah terpencil.

Kepala Desa Dikira, Yulius Anggo Ate, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja sama dan kepedulian jajaran Brimob.

“Meskipun belum selesai seluruhnya, progres hari ini sudah membuahkan hasil yang luar biasa. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan serta topangan dari Brimob,” ujarnya.

Rencananya, pekerjaan pembangunan jembatan kedua ini akan dilanjutkan kembali pada hari Minggu, 22 Februari 2026, setelah warga dan personel selesai mengikuti ibadah gereja pada siang hari. Komitmen kebersamaan antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan utama agar jembatan ini segera rampung dan dapat digunakan secara aman oleh warga.

Pembangunan jembatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan wujud nyata gotong royong dan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak sekolah serta masyarakat yang setiap hari melintasi sungai tersebut.

Semangat yang terbangun hari ini adalah pondasi kuat bagi jembatan kemanusiaan di Desa Dikira.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.