Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
03 October 2026 - 00:14 WITA

DIDUGA DIKEROYOK SAAT TANGANI PASIEN, DUA NAKES LAPOR POLRES SBD: ADA APA DI KODI BANGEDO?

DIDUGA DIKEROYOK SAAT TANGANI PASIEN, DUA NAKES LAPOR POLRES SBD: ADA APA DI KODI BANGEDO?
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Puskesmas Waladimu, siletsumba.com - SUMBA BARAT DAYA, SiletSumba.com — Kasus dugaan kekerasan terhadap dua tenaga kesehatan di wilayah Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, menjadi perhatian setelah perkara tersebut dilaporkan kepada kepolisian.

Peristiwa ini disebut terjadi di Puskesmas Walla Ndimu pada 30 September 2026, ketika kedua tenaga kesehatan sedang menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

FAKTA YANG TERKONFIRMASI

Berdasarkan dokumen laporan yang diterima, perkara tersebut telah dilaporkan kepada Polres Sumba Barat Daya.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor LP/B/227/IX/2026/SPKT/POLRES SUMBA BARAT DAYA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tertanggal 30 September 2026.

Kedua tenaga kesehatan juga disebut telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani pemeriksaan serta visum di RSUD Redabolo pada 30 September 2026.

Dari informasi yang diperoleh SiletSumba.com, kedua nakes disebut mengalami luka, termasuk memar dan gigi patah, serta mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.

Perkara tersebut kini berada dalam proses penanganan aparat penegak hukum.

Penentuan siapa yang bertanggung jawab atas dugaan kekerasan serta bagaimana rangkaian kejadian sebenarnya berlangsung merupakan kewenangan penyidik berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti.

KETERANGAN KELUARGA

Sementara itu, Marthen Niha, orang tua kedua tenaga kesehatan tersebut, memberikan keterangan kepada jurnalis SiletSumba.com saat ditemui di kediamannya di Waladimu, Kecamatan Kodi Bangedo, Jumat (2/10/2026).

Menurut Marthen, pihak keluarga untuk sementara mempercayakan penanganan persoalan tersebut kepada Kepala Puskesmas Kodi Bangedo, Kepala Dinas Kesehatan SBD, dan Bupati Sumba Barat Daya.

“Kami sebagai keluarga mempercayakan sepenuhnya kepada Kepala Puskesmas Kodi Bangedo, Kepala Dinas Kesehatan dan Bupati Sumba Barat Daya karena kejadian terjadi di puskesmas dan sedang menjalankan tugas sebagai perawat,” ujar Marthen.

Marthen mengatakan, keluarga berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pemerintah daerah karena kedua anaknya disebut menjadi korban ketika sedang menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Ia juga menyampaikan sikap keluarga apabila persoalan tersebut tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan.

“Apabila dari Kepala Puskesmas, Kepala Dinas Kesehatan dan Bupati Sumba Barat Daya lepas tangan, maka kami dari pihak keluarga akan mengambil sikap,” tegasnya.

INFORMASI YANG MASIH PERLU DIKONFIRMASI

Dalam keterangannya kepada SiletSumba.com, pihak keluarga juga menyebut adanya dugaan keterkaitan antara peristiwa tersebut dengan meninggalnya seorang pasien bernama Jakarias.

Menurut keterangan keluarga, Jakarias sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal menggunakan sepeda motor di sekitar Jembatan Waiha dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat penanganan di Puskesmas Walla Ndimu.

Keluarga juga menyebut bahwa orang-orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan dan pengeroyokan berasal dari Desa Waikadada, Kecamatan Kodi Bangedo, serta diduga memiliki hubungan keluarga dengan Jakarias.

Keterangan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat diposisikan sebagai fakta hukum.

SiletSumba.com masih membutuhkan konfirmasi dari pihak yang disebut, saksi-saksi, pihak Puskesmas Walla Ndimu, keluarga Jakarias, maupun Polres Sumba Barat Daya untuk memastikan hubungan dan motif yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

PUBLIK MENUNGGU KEJELASAN

Dua hal kini menjadi perhatian: perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas dan pengungkapan secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi di Puskesmas Walla Ndimu pada 30 September 2026.

Apakah dugaan pengeroyokan benar terjadi sebagaimana dilaporkan? Apa yang menjadi pemicu? Siapa saja yang terlibat? Dan apakah terdapat hubungan dengan meninggalnya pasien Jakarias?

Jawaban atas pertanyaan tersebut diharapkan dapat terungkap melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan aparat penegak hukum.

SiletSumba.com akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait dan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.