Stepanus Umbu Pati
Penulis: Stepanus Umbu Pati
22 February 2026 - 10:07 WITA

Brimob Pelopor C Bangun Asa di Desa Dikira: Dipantau Kapolda dan Dansat Brimob NTT, POLRI Hadir Melayani

Brimob Pelopor C Bangun Asa di Desa Dikira: Dipantau Kapolda dan Dansat Brimob NTT, POLRI Hadir Melayani
0

Bagikan

Klik untuk menyalin
Link berhasil disalin!

Jembatan darurat Dikira, siletsumba.com - Sabtu, 21 Februari 2026 — Di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, semangat pengabdian terlihat nyata di tepian sungai. Kayu-kayu bulat untuk tiang dan bantal jembatan diangkat, dipikul, didorong dari pinggir bahkan dari dalam sungai yang berlumpur. Medan berat tak menyurutkan tekad.

Anggota Brimob PELOPOR C bekerja dengan penuh solidaritas. Kayu-kayu itu ditanam, ditancapkan, dan ditegakkan hingga berdiri kokoh menjadi tiang-tiang jembatan. Proses ini dipimpin langsung oleh Danyon Kompol Denis Y N Laihitu, SH, yang turun langsung memastikan setiap tiang terpasang kuat dan presisi.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Dikira, Yulius Anggo Ate, hadir bersama masyarakat memberikan dukungan dan bergotong royong di lokasi pembangunan.

Dari jajaran pimpinan Polda NTT, Kapolda NTT Rudi Darmoko memantau langsung perkembangan melalui video call. Bersama Dansat Brimob Polda NTT, Afrizal Asri, S.I.K., keduanya terus memberikan motivasi dan semangat kepada anggota Brimob PELOPOR C di lapangan agar tetap solid, profesional, serta mengutamakan keselamatan kerja.

Pesan yang ditegaskan jelas: kehadiran aparat di tengah masyarakat adalah untuk memberi solusi dan manfaat nyata.

Pembangunan jembatan gantung ini menjadi bukti komitmen bahwa POLRI untuk melayani, bukan dilayani.

Menjelang sore, tiang-tiang utama jembatan telah berdiri tegak meskipun keseluruhan konstruksi belum sepenuhnya terpasang. Pekerjaan akan dilanjutkan pada Minggu, 22 Februari 2026, setelah seluruh anggota dan masyarakat menyelesaikan ibadah di gereja.

Di Desa Dikira, yang dibangun bukan sekadar jembatan kayu, melainkan jembatan harapan — simbol kebersamaan antara aparat dan rakyat demi keselamatan dan masa depan generasi yang setiap hari melintasi sungai tersebut.

KOMENTAR (0)

Belum ada komentar.